Bahana pos ( Pekanbaru ) – Aksi unjuk rasa oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (UNRI) di Kantor Gubernur Riau berlangsung dramatis. Massa aksi berusaha membuka paksa gerbang utama kantor Gubernur, sementara beberapa mahasiswa berhasil mencopot pagar di sisi kiri kantor.
Tuntutan Mahasiswa
– Kejelasan Pencairan Beasiswa: Mahasiswa meminta Pemprov Riau memberikan kejelasan terkait pencairan beasiswa.
– Fasilitas dan Infrastruktur UNRI : Mereka menuntut perbaikan fasilitas dan infrastruktur di UNRI yang belum diperbaiki.
– Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla): Mahasiswa meminta Pemprov Riau melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan Karhutla di Riau.
– Peradilan Militer di Kampus: Mereka menolak kehadiran peradilan militer di lingkungan kampus UNRI karena berpotensi merugikan masyarakat dan sivitas akademika.
– Konflik Agraria : Mahasiswa mendesak Pemprov Riau menyelesaikan konflik agraria di Provinsi Riau.
Aksi ini cukup besar dan memanas, dengan massa aksi yang terus meneriakkan permintaan agar Gubernur Riau, Abdul Wahid, keluar menemui mereka. Sayangnya, aksi ini juga menyebabkan 4 mahasiswa mengalami cedera karena kelelahan, menambah 3 mahasiswa lain yang sebelumnya sudah cedera.
Koordinator Massa Aksi meneriakkan “Turunkan. Turunkan Wahid sekarang juga” sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Provinsi Riau. Aksi ini menunjukkan keseriusan mahasiswa dalam menyampaikan tuntutan mereka .










