Aktivis Lingkungan dan Ekonomi Dukung Satgas PKH Selamatkan Taman Nasional Teso Nilo

Berita, Pekanbaru955 Dilihat

Bahana pos (Pekanbaru ) –  Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), melakukan kunjungan ke Taman Nasional Teso Nilo (TNTN) pada Selasa, 10 Juni 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk menyelamatkan dan menertibkan kawasan hutan dari perambahan yang telah terjadi selama ini, Minggu (15/6/2025).

Taman Nasional Teso Nilo awalnya memiliki luas 81.739 hektare, namun kini hanya tersisa sekitar 20 ribu hektare. Perambahan hutan yang masif telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan. Satgas PKH, yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2025, berupaya untuk menghentikan perambahan dan melindungi kawasan hutan.

Ade Nanda Febrian, aktivis lingkungan dan ekonomi dari Provinsi Riau, mengapresiasi langkah tegas Satgas PKH dalam menertibkan kawasan hutan.

Langkah ini sangat luar biasa karena Taman Nasional Teso Nilo sudah lama tersandera oleh mafia tanah yang merambah dan menjual belikan hutan konservasi,” kata Ade Nanda.

Penertiban kawasan hutan sangat penting untuk melindungi keanekaragaman hayati dan memulihkan fungsi hutan. Kawasan hutan memiliki fungsi utama sebagai konservasi, lindung, dan produksi. Oleh karena itu, pemerintah harus mengambil langkah-langkah tegas untuk melindungi kawasan hutan dari perambahan dan kerusakan.

Ade Nanda berharap agar proses eksekusi penertiban kawasan hutan dilakukan secara humanis terhadap masyarakat sekitar yang terdampak.

Pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus memiliki langkah solutif terhadap masyarakat yang terdampak,” ujar Ade Nanda.

Ade Nanda juga mengapresiasi keseriusan Presiden Prabowo dalam penertiban kawasan hutan di Indonesia.

Langkah tegas Satgas PKH yang dibentuk Presiden Prabowo ini merupakan langkah yang luar biasa,” kata Ade Nanda.