Bahana Pos – Debat terbuka pasangan calon bupati Siak di laksanakan di hotel pangeran Pekanbaru berlangsung dengan penuh semangat dan seluruh pendukung masing – masing Paslon bersorak Sabtu (2/11/2024 ) malam.
Tiga pasangan calon (Paslon) yang saling memaparkan visi dan misi mereka untuk memimpin kabupaten Siak dalam lima tahun mendatang.
Moderator di pandu Vivien Anjadi Suwito, berjalan dengan lancar serta pengawalan ketat pihak kepolisan dari Polda Riau dan polres Siak, di mana masing – masing Paslon bupati Siak mengklaim memiliki rencana terbaik untuk kabupaten Siak dan juga mengusung tema debat kali ini adalah, Pelayanan Publik Berbasis Digital Dalam peningkatan Tata Kelola Pemerintah yang Akuntabel.
Ketiga Paslon tersebut, ia mengatakan sepakat akan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi terhadap pelayanan publik di kabupaten siak. setiap Paslon berbeda – beda cara memberikan argumen nya dalam mewujudkan itu semua nya.
Pasangan Paslon nomor urut 1,Irving – Sugianto, mengatakan badan usaha milik daerah (BUMD) di kabupaten Siak yang menurut nya perlu evaluasi menyeluruh.
Irving juga menilai bahwa kinerja BUMD di Siak saat ini belum optimal dan bahkan terindikasi nepotisme.
BUMD di Siak perlu pembenahan total.jika tidak, akan sulit bagi kita untuk memberikan manfaat kepada masyarakat ,” ujar Irving.
Pasangan ISO berkomitmen untuk mengubah BUMD yang ada di Siak menjadikan lembaga yang benar – benar produktif dan transparan “, ujar nya
Paslon nomor urut 02 Dr.Afni Z – Syamsurizal menyampaikan, hal itu semua ketergantungan kabupaten Siak pada dana transfer Dari pemerintah pusat.menurut saya, ketergantungan ini bisa menjadi kendala dalam jangka panjang jika daerah tidak segera membangun kemandirian finansial.
” Kita juga tidak bisa terus bergantung pada pusat aja, ketika nanti nya ada kendala di pusat , kita akan kesulitan.kita harus cerdas dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) dan mengedukasikan masyarakat siak agar lebih bisa mandiri,” ungkap Afni dengan penuh keyakinan.
Dari pemaparan Paslon nomor urut 3 Alfedri – Husni, lebih memilih pendekatan yang berbeda, tidak sama dengan pemaparan Paslon 1.dan 2, karena ia juga mengatakan keberadaan BUMD di kabupaten Siak yang telah berkontribusi signifikan bagi pembangunan daerah.
Menurut saya, tidak hanya PT Bumi Siak Pusako saja ( BSP) yang berkontribusi,tetapi juga BUMN lainnya, Seperti PT SGE dan masih ada BUMN lainnya.
” Apa lagi kontribusi BSP sudah sangat besar bagi masyarakat Siak. Kita juga punya BUMN lain yang ikut mendorong pembangunan.ini yang terus kita dukung, dengan melanjutkan kepemimpinan Alfedri – Husni ucapnya Alfedri dalam memaparkan terkait BUMD.
Suasana debat mulai memanas Masing – masing Paslon mulai saling mengkritik antar lawan Paslon, Irving dengan lantang mengatakan, bahwa BUMD harus terlepas dari unsur nepotisme agar bisa mencapai akuntabilitas yang sejati.
” Jika BUMD kita bersih dari praktik nepotisme, saya yakin kinerjanya akan semakin meningkat’, tandasnya.
Sementara Afni dengan pengalaman nya menuturkan,bahwa tanpa ada nya kemandirian ekonomi, kabupaten Siak akan terus bergantung pada pusat.ia berjanji kalau terpilih jadi bupati, akan kami perbaiki kualitas sumber daya manusia di Siak guna untuk mencapai tujuan itu semua nya.
Pasangan Alfedri – Husni tidak mau kalah,ia menegaskan bahwa kolaborasi antara BUMN yang ada akan memberikan dampak lebih signifikan bagi masyakarat ketimbang sekedar evaluasi BUMD.
” Jika kita memperkuat sinergi dengan BUMN yang sudah ada, maka manfaatnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat.ini lah yang ingin kami capai, untuk melanjutkan katanya Alfedri.
Selama lebih dan kurang dua jam lebih debat pasangan tiga Paslon akhirnya memberikan closing statement terkait visi dan misi mereka dan para kandidat berjanji untuk terus berkomitmen memajukan kabupaten Siak, dengan fokus pada pelayanan publik yang lebih transparan dan peningkatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel untuk lima tahun mendatang
(Sulaiman)















