Diduga Ada Penimbunan! Pertalite di SPBU Sembuh Jumapolo Ludes Pagi Hari, Warga Geram

Berita, Jawa Tengah103 Dilihat

KARANGANYAR, BAHANAPOS – Warga dan pengendara di Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mengeluhkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di SPBU 44.577.18 Sembuh, yang beralamat di Jalan Raya Jumapolo-Karanganyar, Desa Sembuh Kulon, Kwangsan.

Pasalnya, stok Pertalite di SPBU tersebut selalu dilaporkan habis setiap pagi hari, sehingga membuat banyak konsumen gigit jari padahal jam operasional SPBU hingga pukul 20.00 WIB.

Kondisi ini dinilai tidak wajar, karena pasokan dari mobil tangki Pertamina rutin datang setiap siang hari, namun paginya sudah ludes.

Ada Motor “Tender” Bolak-balik Isi Pertalite

Berdasarkan investigasi lapangan dan laporan warga, terungkap adanya dugaan praktik tidak sehat. Sejumlah sepeda motor yang diistilahkan warga sebagai motor “tender” terlihat mondar-mandir mengisi Pertalite secara berulang kali di SPBU tersebut dengan kendaraan yang itu-itu saja.

Kecurigaan warga semakin kuat setelah ada pengakuan dari internal SPBU.

Kalau pemain, cuma ada pemain Pertalite aja, kalau pemain solar saya gak tau, karena yang ada yang kendaraan cuma itu-itu aja,” ungkap sumber terpercaya di lokasi SPBU 44.577.18 kepada awak media, Sabtu  (19/9/2026).

Sumber tersebut mengisyaratkan adanya pemain yang sengaja menimbun Pertalite untuk dijual kembali dengan harga non-subsidi.

Akibat praktik tersebut, masyarakat umum yang benar-benar membutuhkan BBM subsidi untuk mobilitas harian menjadi korban.

Desak Pertamina dan APH Sidak

Warga mendesak Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah dan Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Karanganyar untuk segera turun tangan melakukan sidak mendadak di SPBU tersebut.

Menurut warga, praktik pelangsiran dan penimbunan terselubung BBM subsidi ini mencederai asas keadilan distribusi energi bersubsidi.

Kami minta Pertamina dan Polisi cek CCTV SPBU. Lihat saja motor itu-itu saja yang isi berulang. Kami yang butuh untuk kerja malah tidak kebagian. Ini harus ditindak tegas,” ujar salah seorang warga Jumapolo yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, sumber terpercaya dari aparat penegak hukum di Karanganyar yang dihubungi BAHANAPOS menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut.

Laporan masyarakat akan kami cek. Jika terbukti ada penyalahgunaan BBM subsidi, akan kami tindak sesuai Pasal 55 UU No. 22 Tahun 2001 tentang Migas. Kami imbau pengelola SPBU jangan main-main dengan BBM subsidi,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen SPBU 44.577.18 Sembuh Jumapolo belum memberikan klarifikasi resmi.