DLH Rohil Optimalkan Pengelolaan TPA Bagansiapiapi Jelang Adipura

ROHIL, BAHANAPOS –  Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mengintensifkan persiapan menghadapi penilaian Adipura yang dijadwalkan berlangsung pada ,Kamis, (5/11/2206). Persiapan tersebut difokuskan pada pembenahan 32 titik pantau yang tersebar di wilayah perkotaan Bagansiapiapi dan sejumlah kecamatan, termasuk Bagan Sinembah, dengan menitikberatkan pada peningkatan kebersihan lingkungan serta optimalisasi pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Dalam keterangannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir, Suwandi, S.Sos, menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh koordinator lapangan dan pengawas untuk mengoptimalkan persiapan di masing-masing wilayah kerja. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh lokasi yang menjadi objek penilaian berada dalam kondisi tertata, bersih, dan memenuhi indikator penilaian Adipura.

“Tim penilai dijadwalkan berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup, Balai Pengendalian Lingkungan Hidup Wilayah Sumatera, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau. Meskipun jumlah personel yang akan melakukan penilaian belum dipastikan, pemerintah daerah telah mempersiapkan seluruh unsur teknis untuk menyambut kedatangan tim tersebut di Bagansiapiapi,” kata Suwandi, Senin (2/11/2026). usai mengadakan rapat di Kantor DLH dengan para pengawas, Bagansiapiapi.

Dari keseluruhan titik pantau yang telah dipetakan, kata Suwandi, pembenahan TPA Bagansiapiapi menjadi salah satu prioritas utama. Hal ini mengingat aspek pengelolaan sampah di TPA memiliki bobot penilaian yang signifikan dalam evaluasi Adipura. Oleh karena itu, DLH Rohil berupaya memaksimalkan waktu persiapan untuk memperbaiki tata kelola kawasan TPA, mulai dari penataan lokasi hingga peningkatan kualitas pengelolaan sampah.

Di sisi lain, keterbatasan armada pengangkutan sampah masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan pelayanan kebersihan. Saat ini, DLH Rohil mengoperasikan empat unit mobil dump truck dan satu unit kendaraan motor box untuk melayani wilayah Kabupaten Rokan Hilir yang memiliki cakupan geografis cukup luas.

“Kondisi tersebut telah disampaikan dalam pembahasan perubahan anggaran daerah. Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir bersama DPRD kemudian menyetujui penambahan satu unit dump truck dan dua unit kendaraan pikap untuk mendukung operasional pengangkutan sampah. Kendaraan tersebut direncanakan masing-masing dialokasikan untuk wilayah Bagansiapiapi dan Kecamatan Kubu serta Kuba,” ujarnya.

Menurutnya, selain penambahan armada melalui anggaran perubahan, DLH Rohil juga merencanakan penguatan sarana operasional secara bertahap pada tahun anggaran 2027. Penambahan setidaknya satu unit dump truck diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengangkutan sampah sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kebersihan kepada masyarakat.

Untuk memastikan kesiapan penilaian, seluruh pengawas dan koordinator lapangan diminta meningkatkan intensitas pengawasan serta mengerahkan sumber daya yang tersedia dalam melakukan penataan dan pembersihan kawasan. Upaya tersebut tidak hanya difokuskan pada lokasi yang menjadi objek penilaian, tetapi juga harus mencakup seluruh kawasan perkotaan secara berkelanjutan.

DLH Rohil juga menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Partisipasi masyarakat merupakan faktor penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang tertib dan berkesinambungan.

Masyarakat diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di median jalan dan kawasan fasilitas umum. Praktik penumpukan sampah di median jalan berpotensi dikategorikan sebagai tempat pembuangan sampah [TPS] liar dan dapat memengaruhi hasil evaluasi kebersihan lingkungan dalam penilaian Adipura.