Bahana pos ( Rohil ) – Suasana mencekam bercampur rasa haru menyelimuti Jalan Lintas Sinaboi pada Selasa malam (9/12/2025). Jalan yang rusak parah kembali menelan korban – bukan korban kecelakaan, tetapi korban keadaan. Sebuah ambulans yang membawa pasien darurat terjebak di tengah kubangan lumpur dan lubang besar, tidak mampu bergerak sedikit pun. Warga yang melihat peristiwa itu tak kuasa menahan tangis.
Di lokasi kejadian, badan jalan tampak seperti rawa. Dua unit truk bermuatan sawit berdiri miring, nyaris tumbang, setelah terperosok ke dalam lubang yang dalam. Kehadiran kedua truk itu menutup total akses jalan, menjadikan kondisi semakin tragis ketika ambulans yang datang dari Kecamatan Sinaboi tidak bisa maju maupun mundur.
Lampu rotator ambulans terus berputar menembus pekatnya malam, menjadi satu-satunya tanda bahwa ada nyawa yang sedang menunggu pertolongan. Namun, perjalanan yang seharusnya cepat berubah menjadi perjuangan penuh ketidakpastian.
“Kami hanya bisa melihat. Hati ini hancur rasanya. Ada pasien di dalam, tapi ambulans tak bisa bergerak,” ujar seorang warga bernama Kantan (nama samaran) dengan mata berkaca – kaca.
Beberapa warga mencoba mendekat, namun lumpur pekat membuat langkah tak berdaya. Suara-suara panik terdengar bersahut-sahutan, sementara pengendara motor dan mobil hanya bisa berhenti, sebagian menggenggam kepala, tak percaya melihat situasi yang menyedihkan itu.
Kabarnya, pasien yang berada dalam ambulans tersebut sedang dalam kondisi lemah dan harus segera dibawa ke rumah sakit di Bagansiapiapi. Namun harapan untuk cepat mendapatkan pertolongan seakan terhenti malam itu, tergantung pada jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki pemerintah.
Warga menyebut kerusakan ini sudah lama mereka keluhkan. Namun jalan berlubang, ambles, dan tergenang seperti kubangan tetap dibiarkan.
“Kalau bukan darurat seperti ini, mungkin orang tak akan peduli. Tapi ketika nyawa dipertaruhkan, kami benar-benar merasa ditinggalkan,” tambah Kantan dengan suara gemetar.
Tidak hanya menghambat ambulans, kerusakan jalan juga membuat arus lalu lintas lumpuh total. Motor-motor tergelincir, mobil terjebak, dan para pengemudi memilih menunggu tanpa kepastian. Di tengah gelapnya malam dan minimnya penerangan, suasana semakin penuh kecemasan dan rasa iba.
Masyarakat menyerukan agar pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalur tersebut. Jalan ini adalah satu-satunya akses utama warga Sinaboi menuju pusat layanan kesehatan di Bagansiapiapi. Setiap keterlambatan, bagi mereka, bisa berarti kehilangan nyawa.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait. Namun kejadian malam itu meninggalkan luka di hati warga sebuah pengingat bahwa infrastruktur yang rusak bukan sekadar persoalan jalan, melainkan persoalan kemanusiaan.















