JMSI Dan SMKN 1 Kotogasib Membangun Kesadaran Anti Hoax Melalui Edukasi

Uncategorized184 Dilihat

Bahan pos (Siak) – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya hoax, JMSI Siak bekerja sama dengan SMKN 1 Kotogasib menggelar acara Diskusi Panel dan Seminar dengan tema “Antisipasi Hoax di Era Digital dan Menumbuhkan Semangat Kebangsaan”.

Acara yang digelar di SMKN 1 Kotogasib ini pada Selasa (18/2/2025), dihadiri oleh 200 siswa-siswi dan beberapa narasumber profesional, di antaranya AKP Mohamad Fazri, Kasat Binmas Polres Siak, Kapten Inf Bukti Sitepu, Danramil 04/Perawang, dan Iskandar Husni ST, Manager Palm co Regional 3.

Dalam kesempatan ini, AKP Mohamad Fazri menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat dengan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Penggunaan teknologi dan smartphone harus dilakukan secara bijak, serta tidak mudah menyebarkan berita yang belum terverifikasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kapten Inf Bukti Sitepu menekankan bahwa media sosial bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga alat yang dapat digunakan untuk menyebarkan nilai-nilai kebangsaan serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

“Pada era digital ini, media sosial dapat dimanfaatkan untuk memajukan berbagai bidang, mulai dari edukasi hingga inovasi,” ujarnya.

Iskandar Husni ST juga memaparkan tentang pentingnya memahami asal-usul informasi yang diterima.

“Sebagai generasi yang melek teknologi, kita harus mampu memilah informasi yang diterima. Pastikan untuk selalu memverifikasi kebenaran berita melalui sumber resmi, seperti lembaga pemerintah atau media yang kredibel,” jelasnya.

Dengan acara ini, diharapkan generasi muda dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mereka tentang pentingnya antisipasi hoax dan menumbuhkan semangat kebangsaan.

Kita harus menjadi pelopor persatuan dan menjaga keharmonisan tanpa membedakan suku, agama, dan ras,” tegas AKP Mohamad Fazri.

Acara ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memahami dan mengkritisi informasi yang diterima.

Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial, serta dapat membedakan antara informasi yang benar dan yang salah.

 

Reporter : Sulaiman