Ketua Asosiasi APHI Dipertanyakan: Utusan PT SSL, Arogan dan Tidak Beradab, Bupati Siak di Serang, Izin Bakal di  Cabut

Bahana pos ( Pekanbaru ) – Pertemuan antara Bupati Siak, Dr.Afni Z, dengan petinggi PT Seraya Sumber Seraya Lestari ( SSL) , Paulina, yang diinisiasi oleh ketua Asosiasi pengusaha Hutan Indonesia ( APHI) Riau, Muller Tampubolon, Jumat (23/8/2025).tidak ada itikad baik dari petinggi PT SSL penyelesaian konflik antara PT SSL dan masyarakat Tumang, justru memperlihatkan arogan dan tidak beradabnya.

Menurut Anton Hidayat, Ketua Tim Fasilitasi Penyelesaian Konflik Terhadap Hak Hutan dan Hak Atas Tanah di wilayah kabupaten Siak.

Paulina menunjukan sikap arogan dan tidak sopan dalam pertemuan tersebut. Ia tidak menyambut hangat Bupati Siak dan langsung mengatur – ngatur dengan bahasa tubuh sombong dan nada ketus “, kata Anton.

Awal nya Bupati Afni sempat minta di undur, karena akan tugas keluar kota. Tapi pak Muller tetap mendesak segera. Akhir nya disepakati pertemuan di Pekanbaru, dan Muller minta hanya empat mata saja antara Bupati dan petinggi PT SSL tersebut. Namun Bupati menolak ada pertemuan empat mata tanpa ada saksi. Akhirnya saya ikut masuk ke ruang pertemuan. Bahkan sampai masuk ke ruangan, kita tidak di beritahu akan bertemu dengan siapa.Muller cuma bilang bahwa ini orang penting yang bisa mengambil keputusan tentang SSL “, ungkap Anton pada media, Senin ( 25/8).

Baru saja masuk dan berkenalan, gelagat tidak baik sudah langsung ditunjukan oleh petinggi PT SSL yang kemudian diketahui bernama Paulina.

Dengan nada ketus, ia meminta Bupati Siak tidak mendokumentasikan pertemuan tersebut. Semua harus tertutup saja. dari raut wajah nya tidak ada senyum sapa hangat sama sekali dari Paulina, padahal mereka lah yang mengundang orang nomor satu Siak, tempat dimana bisnis mereka berada.

Sejak awal Paulina ini tidak ada senyum, kenalan nama atau apa, tidak ada, Bahkan langsung mengatur – ngatur, bahasa tubuhnya juga sombong, bersedekap tangan dan nada ketus.

Bupati Afni awal nya masih diam saja, malah ngasi senyum. Sampailah kemudian Bupati minta agar perusahaan mempertimbangkan mencari jalan tengah perdamaian permanen di Tumang dan sekitarnya.

Karena Konflik sudah terlalu banyak memakan korban. Paulina mulai membentak Bupati Afni soal nasib karyawan dan bisnis mereka “, kata Anton.

Pertemuan tidak sampai lima belas menit, semakin berlangsung panas.

Apa lagi ketika Paulina menyampaikan ke Bupati Siak, bahwa dirinya sudah terbiasa menghadapi kepala daerah dan punya banyak teman Bupati dan kepala daerah “, kata Anton menirukan ucapan Paulina.

Bupati Siak Afni Z, menekan kan pertemuan ini bertujuan mencari solusi untuk penyelesaian konflik Tumang. Bupati bahkan bersedia maju memujuk masyarakat agar mau bernegosiasi dengan perusahaan, agar kuota pemanfaatan lahan PT SSL bisa bertambah sekitar 1-2 ribu ha, namun tanpa perlu berkonflik dan wajib berkeadilan untuk masyarakat sekitar. Bupati Siak juga memohon restorative justice ( RJ) untuk dua orang warga Tumang yang tidak berkaitan langsung dengan tindakan anarkis. Ini sebagai bentuk win – win solution agar kedua belah pihak saling menahan diri dari konflik berkelanjutan.

” Mendengar pertanyaan Bupati, bukannya mau mempertimbangkan RJ, perwakilan PT. SSL dengan nada kasar dan menunjuk – unjuk ke Bupati dengan kalimat.

Ibu tau tidak traumanya karyawan kami”
“Ibu tau tidak kerugian kami” Itu disampaikan Paulina dengan nada keras dan kasar. Saya melihat Marwah Bupati memang seperti diuji dan wajar jika Bupati Afni merasa terhina di tengah sandaran rakyat jelas pada pemimpinnya “, Kata Anton.

Mendapat perlakuan kasar seperti itu, Bupati Siak Afni lantas bertanya balik ke pihak SSL dengan nada tegas,”Memangnya Ibu tau tidak penderitaan masyarakat Tumang semenjak perusahaan SSL ada di situ? Tumang itu kampung tua kami dan jadi rusak sejak perusahaan Ibu ada!!!,” kata Anton menirukan pernyataan keras Bupati Siak.

Melihat situasi tersebut, Anton berusaha menghentikan pembicaraan dari pihak PT SSL agar tidak melanjutkan pembicaraan karena berkata kasar bahkan tidak menghargai Bupati.

Kemudian pihak PT SSL dengan nada kasar sambil memukul meja meninggalkan ruangan pertemuan sambil berkata.

Ya sudah tidak penting pertemuan ini,” kata Paulina sembari meninggalkan ruang pertemuan.

Sikap Paulina membuat Bupati Siak Afni protes pada Mueller selaku inisiator pertemuan. ‘Kok begini Pak? Terhina saya. Bertahun-tahun menyelesaikan konflik, baru sekali ini ada petinggi perusahaan se arogan ini. Begitu ungkapan kekecewaan Ibu Bupati ke Pak Muller. Saya juga kecewa dengan Pak Muller kok jadi searogan ini petinggi PT SSL,” ungkap Anton.

Anton mengutuk ucapan dan tindakan Paulina yang dinilainya berkata kasar, tidak sopan, tidak beradab dan arogan. Apalagi Paulina juga membanggakan diri seolah bisa mengatur Kepala daerah di Riau.

Sekali lagi ini bentuk arogan dan penghinaan terhadap Bupati Siak sebagai simbol marwah masyarakat Siak. Padahal mereka berbisnis di Siak. Saya tentu saja mengutuk ucapan dan tindakan perwakilan PT SSL ini dan saya ada di ruangan tersebut sebagai saksinya. Wajar kalau pertemuan deadlock, karena memang marwah seorang Bupati diinjak oleh petinggi perusahaan,” tegas Anton.

Pasca pertemuan tersebut, Bupati Siak Afni langsung menyatakan akan berjuang menyampaikan aspirasi ke Kementerian Kehutanan agar ijin PT SSL luasannya di addendum atau bahkan dicabut saja ijinnya.

Padahal sudah hampir dua bulan Ibu Bupati berusaha memediasi konflik ini, beliau tak pernah awalnya meminta cabut ijin. Tapi siapapun yang melihat langsung betapa arogannya perusahaan, menurut saya wajar dan manusiawi Ibu Bupati sudah habis kesabaran. Karena utusan perusahaan memang seperti kurang beradab dan arogan,” tutup Anton.