SIAK, BAHANAPOS – Program Beasiswa BeTUNAS Pemerintah Kabupaten Siak di bawah kepemimpinan Bupati Siak, Dr. Afni Z, S.A.P.,M.Si., mendapat apresiasi atas komitmennya memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa asal Siak.
Namun, sorotan dan evaluasi datang dari kalangan mahasiswa. Ketua Caretaker Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Siak, Muhammad Luthfi Suhaz, menilai masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki agar pelaksanaan Beasiswa BeTUNAS semakin transparan, adil, dan akuntabel.
IMM mendorong agar mekanisme seleksi dan perangkingan, termasuk sistem ascending, dijelaskan secara terbuka kepada publik. Mahasiswa perlu mengetahui secara jelas indikator penilaian, bobot nilai, metode perangkingan, hingga dasar penetapan penerima.
“Kami tidak menolak program Beasiswa BeTUNAS. Justru kami ingin program ini semakin baik, transparan, dan tepat sasaran. Karena ini menyangkut hak mahasiswa dan penggunaan anggaran publik,” ujar Muhammad Luthfi Suhaz. Kepada awak media, Rabu (7/10/2026).
Selain itu, IMM juga menyoroti persoalan teknis seperti rekening tidak aktif, ketidaksesuaian data, atau kendala administratif lainnya. Menurut Luthfi, persoalan yang masih dapat diperbaiki seharusnya diberikan ruang melalui mekanisme perbaikan data, verifikasi ulang, atau masa sanggah, sehingga tidak serta-merta menghilangkan kesempatan mahasiswa yang memenuhi persyaratan akademik.
IMM juga meminta Pemkab Siak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak untuk membuka informasi terkait total pagu anggaran, jumlah kuota penerima, mekanisme pengalokasian, serta dasar penetapan jumlah penerima. Keterbukaan tersebut penting sebagai bentuk akuntabilitas penggunaan anggaran publik tanpa harus membuka data pribadi mahasiswa.
IMM berharap Pemkab Siak dan Disdikbud membuka ruang dialog bersama mahasiswa untuk mengevaluasi serta menyempurnakan mekanisme Beasiswa BeTUNAS.
Program ini diharapkan tidak sekadar menjadi penyaluran anggaran, tetapi benar-benar menjadi investasi pendidikan dan masa depan generasi muda Siak menuju Generasi Emas 2045.









