Ketua Umum FRIC: Jangan Jadikan Organisasi Alat Kepentingan Pribadi

Berita, Jakarta105 Dilihat

JAKARTA, BAHANAPOS – Di tengah dinamika keamanan dan banjir informasi di era digital, Fast Respon Indonesia Center [FRIC] mengirimkan sinyal tegas mengenai posisi dan perannya bagi bangsa. Ketua Umum FRIC, H. Dian Surahman,menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak hanya berfungsi sebagai penonton, melainkan sebagai garda terdepan yang mendukung stabilitas negara.

“FRIC bukan organisasi yang hanya pandai berbicara di atas mimbar. Kami di sini untuk membuktikan keberadaan melalui karya dan tindakan nyata. Sikap kami jelas: mendukung penuh program Pemerintah Republik Indonesia, loyal kepada institusi Polri, serta siap bersinergi dengan seluruh elemen bangsa demi menjaga keutuhan NKRI,” tegas H. Dian Surahman dalam siaran persnya, Rabu (4/11/2026).

Poin krusial yang ditekankan oleh H. Dian Surahman adalah definisi loyalitas yang seringkali salah kaprah dipahami. Ia meluruskan bahwa dukungan FRIC ditujukan pada marwah institusi, bukan pada sosok pribadi.

“Perlu saya garis bawahi: Loyalitas FRIC adalah kepada institusi Polri, bukan kepada individu. Siapapun Kapolri yang memimpin, kami tetap menghormati dan mendukung institusi ini berdasarkan nilai-nilai luhur Tribrata,” ujarnya.

Ia juga memberikan ruang bagi kritik yang konstruktif. Menurutnya, mengawasi kinerja oknum adalah bagian dari cinta tanah air.

“Kalau ada oknum yang melakukan kesalahan, jangan takut menyampaikan kritik berdasarkan fakta dan bukti. Mengkritik oknum bukan berarti menyerang institusi. Justru, itulah cara kami ingin Polri semakin kuat, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat.”

Selain isu keamanan, FRIC menyoroti bahaya perpecahan akibat disinformasi. H. Dian Surahman mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kader FRIC, untuk menjadi “filter” alami bagi lingkungan sekitarnya.

“Di era banjir informasi seperti sekarang, jangan sampai masyarakat diadu domba oleh hoaks, fitnah, maupun informasi yang sengaja dipelintir. FRIC harus hadir menjadi penyejuk, bukan pemicu kegaduhan. Sampaikan fakta, tunjukkan evidensi, dan jangan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” tambahnya.

*Sinergi Polisi dan Masyarakat*

Menutup pernyataannya, Ketum FRIC mengingatkan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. Melalui sinergi dengan Baintelkam Polri, FRIC ingin menghidupkan kembali semangat

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat membutuhkan Polri, dan Polri membutuhkan dukungan masyarakat. Di sinilah FRIC mengambil peran vital. Jangan jadikan organisasi sebagai alat kepentingan pribadi, tapi jadikan wadah pengabdian. Seluruh jajaran FRIC di Indonesia harus satu komando: menjaga marwah institusi, menghormati hukum, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.”