Bahana pos (Rohil) – Ribuan tenaga honorer (Non ASN) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Rokan hilir Provinsi Riau mengeluhkan belum terima gaji selama 4 bulan terakhir. Mereka mengaku terakhir menerima gaji pada Oktober 2024 lalu.
“Kami ini belum terima gaji honor sudah 4 bulan, mulai Desember 2024 kemarin,” ujar salah seorang honorer di Rokan hilir yang tidak mau disebutkan namanya Jum’at (14/03/2024).
Dirinya pun berharap Pemkab Rohil segera memberikan kepastian untuk membayar gaji mereka sebagai Tenaga Non ASN, mengingat kini tengah dalam bulan Ramadhan dan mendekati Hari raya idul fitri.
“Kami berharap kepastian kapan dibayarkan gaji kami tenaga honorer ini, Apalagi ini bulan puasa, sebentar lagi hari raya pula. Kebutuhan sehari-hari banyak, sementara pemasukan keuangan hanya dari kerja sebagai honorer saja,” Pintanya penuh harap
Tidak hanya itu, Kekhawatiran tenaga honorer Pemkab Rohil makin mencuat ketika didapati pesan berupa tulisan di beberapa WAG tentang adanya wacana akan dirumahkan ribuan tenaga Honorer pun kini menjadi perbincangan publik.
Pada pesan WAG yang diteruskan berkali-kali tersebut dituliskan semacam Rekomendasi
untuk menghentikan pembayaran gaji terhadap 2.840 orang Tenaga Honorer yang direkrut pada tahun 2024 lalu yang dianggarkan gajinya pada tahun 2025. Lalu mencabut Surat Keputusan Bupati Rokan hilir tentang pengangkatan Tenaga Non ASN dilingkungan Pemkab Rohil tahun 2024.
Hal tersebut menuai kritik ditengah masyarakat. Pasalnya, dimasa Kepemimpinan H. Bistamam dan Jhony Charles, BBA MBA dinilai tidak memberikan solusi terhadap sulitnya lapangan pekerjaan di Rokan hilir. malah mewacanakan untuk merumahkan ribuan Tenaga Non ASN di Pemkab Rohil.
Sementara itu, Wartawan mencoba menghubungi Kepala BPKAD Rohil melalui Pesan WhatsApss guna mengkonfirmasi keluhan Tenaga Honorer tentang gaji yang hingga kini belum di bayarkan oleh Pemkab Rohil.
Namun sayangnya, Kaban BPKAD Rohil Darwan, SE, tidak memberikan komentar apapun terkait belum dibayarnya gaji Tenaga Honorer. Sama halnya dengan Sekda Rohil H. Fauzi Erizal, S.Sos M.Si lebih memilih diam dan bungkam hingga berita ini diterbitkan.
Reporter: Sulaiman









