Panitia Kongres Undang Plt PWI Riau, Dheni Kurnia: Kedepankan Semangat Kebersamaan

Berita, Pekanbaru841 Dilihat

Bahana pos ( Pekanbaru ) – Kongres Persatuan PWI di Cikarang Jawa Barat 29-30 Agustus 2025 bakal menjadi momen pemersatu pasca dinamika internal yang terjadi di tubuh organisasi wartawan tertua di Indonesia. Untuk itu, seluruh pihak diminta menahan diri dengan tidak lagi membangun narasi-narasi yang bersifat provokasi. Semangat kebersamaan harus dikedepankan jika persatuan benar-benar ingin diwujudkan.

PELAKSANA Tugas (Plt) Ketua PWI Riau, H Dheni Kurnia menyampaikan pihaknya menerima undangan resmi dari Panitia Kongres Persatuan PWI 2025 untuk hadir di Cikarang Jawa Barat.

Berdasarkan Rapat Panitia Pengarah (Steering Committee/SC) Kongres Persatuan PWI 2025 yang digelar kemarin, Plt Pengurus Riau bersama Plt lainnya di Indonesia juga diundang secara resmi ke Kongres Persatuan yang digelar pada 29-30 Agustus di BPPTIK Komdigi, Cikarang, Jawa Barat,” ujar H Dheni Kurnia, Kamis (14/08/25).

Plt Ketua PWI Riau, H Dheni Kurnia menyambut baik keputusan SC Kongres Persatuan yang menunjukkan semangat kebersamaan di tubuh PWI.

” Terimakasih kami sampaikan kepada Ketua SC Zulkifli Gani Ottoh dan teman-teman SC lainnya. Terimakasih juga kami kepada teman-teman OC, ada Pak Raja Pane dan kawan-kawan yang sudah mengorbankan pikiran, tenaga, dan waktunya untuk menyukseskan Kongres Persatuan. Ini momentum penting bagi kita semuanya guna merekatkan kembali persatuan organisasi,” ujar H Dheni Kurnia, yang pernah menjabat Ketua PWI Riau periode 2008-2012 dan 2012-2017 ini.

Pada kesempatan itu Plt Ketua PWI Riau, H Dheni Kurnia juga mengingatkan pihak-pihak yang masih berupaya memprovokasi melalui narasi-narasi yang dibangun lewat pemberitaan media agar segera menghentikannya.

” Saya ingatkan dengan tegas, siapapun orangnya, jangan ada lagi yang memperkeruh suasana melalui pernyataan-pernyataannya di media. Kesepakatan Kongres Persatuan bertujuan untuk kembali menyatukan PWI. Jangan ada yang merasa paling benar dan paling diakui,” tegas H Dheni Kurnia.

Terkait pernyataan kelompok Raja Isyam yang tidak akan mengakui perekrutan anggota baru PWI yang dilakukan oleh Plt PWI Riau, disampaikan H Dheni Kurnia baginya hal itu bukan persoalan karena masing-masing orang punya pola pikir berbeda.

Silakan saja mereka memiliki kebijakan demikian, itu keputusan mereka. Namun ketika yang terpilih di kongres nanti adalah HCB, maka Plt PWI Riau akan tetap mengakui seluruh anggota baru, termasuk yang direkrut PWI Raja Isyam. Semuanya bisa bergabung untuk membesarkan organisasi PWI di Riau,” ungkap H Dheni Kurnia yang juga Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Riau ini.

Sementara menyangkut isu adanya nama keterlibatan oknum petinggi PWI di kasus Taman Nasional Teso Nilo (TNTN), H Dheni Kurnia juga secara tegas mengingatkan agar tidak ada penggiringan opini atau pemberitaan yang tujuannya untuk menjegal seseorang maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PWI.

Itu masalah pribadi, bukan persoalan organisasi. Jangan ada yang menggiring berita TNTN untuk menjegal orang maju di Kongres Persatuan PWI. Jika memang terbukti, biarkan hukum yang bekerja,” tutup H Dheni Kurnia.

Pada sisi lain, Ketua Steering Committee (SC) Kongres Persatuan PWI 2025, Zulkifli Gani Ottoh menyampaikan rapat khusus yang diikuti tujuh anggota SC secara luring maupun daring menyepakati tiga keputusan baru terkait peserta.

Salah satunya adalah mengundang Plt PWI Riau bersama seluruh Plt PWI lainnya sebagai bagian dari tubuh organisasi PWI ke acara Kongres pada 29-30 Agustus di BPPTIK Komdigi, Cikarang, Jawa Barat.

Empat anggota SC hadir secara langsung, yakni Zugito, Totok Suryanto, Marah Sakti Siregar dan Diapari Sibatangkayu. Tiga anggota SC hadir secara daring, yakni Sekretaris SC IGMB Dwikora Putra, serta Zacky Antoni dan Lutfil Hakim.

Terkait status PWI Riau yang memiliki dua kepengurusan, keputusannya adalah peserta penuh kongres diberikan kepada Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar, dan peserta peninjau diberikan kepada Plt Ketua PWI Riau H Dheni Kurnia.

Keduanya adalah kepengurusan yang sah dan diakui oleh Kongres. Begitu juga dengan kepengurusan yang mengalami dualisme di sejumlah provinsi lain. Ada yang mendapat peserta penuh dan ada juga yang hadir sebagai peserta peninjau. Semuanya sekarang hadir di Kongres Persatuan 2025 demi kebersamaan organisasi PWI kedepannya,” demikian disampaikan Zulkifli Gani Ottoh usai rapat di Hall Dewan Pers Kebon Sirih Jakarta Pusat, Rabu (13/08/25) kemarin.

Zugito menegaskan Kongres Persatuan PWI 2025 hanya beragendakan pemilihan Ketua Umum PWI Pusat dan Ketua Umum Dewan Kehormatan PWI Pusat periode 2025-2030.

Tidak ada agenda lain di luar itu,” tegasnya.