Puan LAMR Riau Gelar Halal bi Halal Disertai Sarahan Jati Diri Perempuan Melayu Riau

Daerah, Pekanbaru, Riau1031 Dilihat

Bahana pos (Pekanbaru) – Perempuan Lembaga Adat Melayu Riau (Puan LAMR) menggelar Halal bi Halal disertai dengan Sarahan Tunjuk Ajar Melayu di Balairung Tenas Effendi Gedung LAM Riau Jalan Diponegoro Pekanbaru. Agenda ini dihadiri oleh pengurus dan anggota PUAN LAMR, Himpunan Perempuan Melayu Kabupaten/Kota se-Riau serta dua pemateri yakni Hj. Embung Zam dan Rina Dianti Hasan.jumat ,(25/4/2025).

Acara ini dimulai dengan makan bersama dengan menu khas Melayu, kemudian dilanjutkan dengan Sarahan dan diskusi terkait tunjuk ajar dan jati diri Perempuan Melayu. Ketua Puan LAMR Riau Hj Dinawati mengatakan bahwa halal bi halal kali ini memang terasa berbeda karena salah satu materinya adalah Sarahan terkait Adat Kampar terutama keberadaan Siompu Adat ditengah masyarakat adat Kampar dan masyarakat Riau secara luas.

“Sarahan ini sangat penting untuk memahami peran dan kedudukan perempuan Melayu dalam masyarakat adat,” kata Dinawati.

Kita berharap agar perempuan Melayu dapat memahami dan menjalankan perannya dengan baik dalam masyarakat adat dan masyarakat luas.”

Hj Embung Zam membawakan materi terkait bagaimana perempuan Melayu harus bertindak dan bergaul dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengatakan bahwa perempuan Melayu Riau memiliki kedudukan yang sangat mulia dan menjunjung tinggi adat dan budaya.

Diantara sikap perempuan Melayu itu tiang seri rumah tangga, berprasangka baik, rendah hati, pemaaf, sederhana, sopan santun, selalu menjaga diri dan marwah, patuh terhadap agama, lemah lembut dan patuh serba selalu mengharap ridho suami,” papar Embung Zam.

Rina Dianti Hasan membahas peran Siompu baik dalam perangkat adat maupun dalam peran sebagai ibu dan perempuan. Ia mengatakan bahwa Siompu Adat ini bukanlah istri datuk, namun Siompu adalah saudari perempuan datuk yang ada di setiap persukuan dalam sebuah Kenegerian yang ada.

Saat ini ada 144 Siompu di seluruh Kampar dimana diantaranya Siompu dari Kenegerian Bangkinang ada 20, Kenegerian XIII Koto Kampar ada 17, Kenegerian Rumbio 12 Siompu dan Kenegerian lainnya, dimana tiap suku memiliki satu orang Siompu,” papar Rina Hasan.

Rina Hasan juga mendukung adanya Himpunan Siompu/ ibu/ perempuan Kampar Riau sebagai langkah positif untuk menggaungkan kata Siompu yang saat ini belum familiar ditelinga masyarakat umum baik di Kampar sendiri maupun di Riau.

Dengan adanya Himpunan Siompu, kita dapat memperkuat peran dan kedudukan Siompu dalam masyarakat adat dan masyarakat luas,” kata Rina Hasan.

Acara ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan pemateri. Peserta sangat antusias dan berharap agar acara seperti ini dapat terus dilakukan untuk memperkuat peran dan kedudukan perempuan Melayu dalam masyarakat adat dan masyarakat luas.

 

Reporter : Zuraida