Bahana Pos (Pekanbaru) – Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Arfan Usman mengikuti Rapat Koordinasi Kegiatan Operasional Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT. Bumi Siak Pusako (BSP) di Ruang Rapat Minyak, Kantor Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Graha Merah Putih (Telkomsel) lantai 8 Pekanbaru, Jumat (3/1/2025).
Rapat tersebut merupakan lanjutan dari rapat pada 26 Juli 2024 lalu di Hotel Pangeran Pekanbaru dalam rangka mencari solusi atas disaster/darurat yang dialami oleh PT. BSP dimana pada bulan Maret 2024 terjadi pipa buntu dijalur Zamrud – Minas yang menyebabkan anjloknya produksi PT. BSP dari 8000 barrel/day menjadi 2000 barrel/day yang berefek pada anjloknya produksi nasional.
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus mengatakan, pada rapat 26 Juli lalu tercapailah kesepakatan bersama untuk menaikkan kembali produksi ke 8000 barrel/day dengan opsi melalui mekanisme tracking (melalui transportasi darat menggunakan truk tanki pengangkut) hingga akhirnya di bulan Agustus 2024 produksi perlahan lahan kembali naik ke 8000 barrel/day.
Menurutnya dalam kurun waktu Juli – Desember 2024, PT. BSP telah mengerjakan hal-hal yang perlu dilaksanakan, tetapi masih butuh tambahan waktu untuk menggunakan transportasi darat hingga 3 bulan kedepan dalam pengangkutan hasil produksi tersebut sampai pipa penyalur benar benar siap untuk digunakan. Dalam konteks inilah rapat ini dilaksanakan sebagai laporan dan permohonan dukungan pada Pemprov, Pemda, TNI/Polri dan stakeholder yang terkait dalam upaya mempertahankan produksi nasional.
Arfan Usman yang mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Siak menyampaikan apresiasinya atas upaya upaya yang telah dilakukan oleh SKK Migas dan PT. Bumi Siak Pusako dan semua pihak yang telah memberikan suport, hingga proses produksi dapat kembali berjalan normal dan produksi 8000 barrel/day kembali tercapai.
“Atas nama Pemkab Siak, kami mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak dan stakeholder yang telah bahu membahu bekerjasama mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh PT. BSP beberapa waktu yang lalu”, kata Arfan.
Arfan mengatakan Pemerintah Kabupaten Siak siap untuk membantu, mensuport dan memfasilitasi SKK Migas dan PT BSP dalam upaya mempertahankan produksi melalui mekanisme tracking dalam penyaluran minyak mentah ke terminal terminal sementara sampai perbaikan pipa selesai dilakukan.
Rapat tersebut dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Riau, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, PT. Bumi Siak Pusako, KSOP Provinsi Riau, KSOP Tanjung Buton, Korem 031/Wirabima, Kodim 0322 Siak, Polda Riau, Polres Siak, dan undangan lainnya.















