Bahana pos ( Siak ) – Orang tua siswa melaporkan Kepala Sekolah MTSS Nurul Ikhsan ke Unit Pelaksanaan Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak. (UPT PPA) dan Kemeng, sebuah kasus Perlakuan tidak adil terhadap lima (5) siswa terjadi di MTSS Nurul Ikhsan Kecamatan Sungai Apit,Kabupaten Siak, Selasa (2/7/2025).
Menurut Syahminan, ananya, M.Faruq Ramadhan Syah, tidak diikut sertakan dalam proses ujian kenaikan kelas dan malah disuruh mengutip sampah oleh oknum guru padahal uang ujian nya dibayar dan diterima pihak sekolah.
” Anak saya Faruq tidak boleh ikut ujian kenaikan kelas.pada saat proses ujian berlangsung, anak saya malah disuruh ngutip sampah oleh oknum guru yang berada di sekolah tersebut “, ujar Syahminan salah satu orang tua siswa saat di wawancara awak media.
Akibatnya, Faruq tidak naik kelas dan mengalami gangguan mental.
” Anak saya tidak naik kelas dan terganggu mentalnya.ini sekolah atau tenaga pendidiknya yang tidak betul “, kata Syahminan dengan nada kesal.

Lanjut, Syahminan juga mengatakan kalau mau naik kelas anak nya harus pindah ke sekolah lain “, jelasnya kepada awak media.
Syahminan berharap agar anaknya dan lima (5) siswa yang lain dapat diperlakukan dengan adil dan di pertimbangkan kembali terkait persoalan yang menimpa anak nya beserta lima (5) siswa yang lain.
Nama – nama siswa tinggal kelas sebagai berikut; M.Faruq Ramadhan Syah,Cerli, Galang, Zikri, Farhan
” Saya berharap anak saya dan juga siswa yang lain dapat diperlakukan dengan se adilnya dan dipertimbangkan kembali terkait persoalan ini “, ujarnya.
Saat dikonfirmasi UPT PPA,Habib, membenarkan laporan Syahminan dan menyatakan bahwa pihaknya akan mengadakan mediasi antara pihak sekolah, kelurga dan Kemenag.
” Iya benar, bapak Syahminan beserta anaknya anada Faruq telah datang ke kantor kami.adapun laporan keluhan beliau, bahwa merasa anaknya tidak mendapat perlakuan yang layak dari pihak sekolah”, kata Habib kepada awak media.
Habib menambahkan bahwa UPT PPA akan mendampingi Syahminan dan Faruq dalam proses mediasi untuk memastikan anak tersebut mendapatkan perlakuan yang layak dan pendidikan yang maksimal.
” Kita akan berupaya memastikan ananda Faruq dan siswa yang lainnya mendapatkan perlakuan yang layak dan pendidikan yang maksimal “, jelas Habib.









