Bahanapos ( Siak ) – Krisis BBM di daerah pelosok Kabupaten Siak direspons cepat Bupati Siak Afni Zulkifli. Orang nomor satu di Negeri Istana itu minta relaksasi distribusi BBM kepada Pertamina dan BPH Migas, khususnya untuk kelompok pelangsir keranjang minyak yang selama ini jadi penyelamat warga 3T.
Langkah tegas itu diambil Bupati Afni dalam Rapat Koordinasi bersama Forkopimda dan stakeholder terkait di Ruang Zamrud, Komplek Rumah Rakyat Abdi Praja, Selasa (5/5/2026). Rapat digelar usai banjir keluhan masyarakat soal sulitnya dapat BBM pasca kenaikan harga dan terbatasnya pasokan.
*50% Kampung Siak Terisolir, Ribuan Kendaraan Tak Bergerak*
Bupati Afni membeberkan fakta pahit di lapangan. Dari 130 kampung/kelurahan di Kabupaten Siak, 50 persen berada di pelosok dengan jarak 30-50 kilometer dari SPBU terdekat.
“Ribuan kendaraan pribadi rakyat kita yang ada di pelosok kampung, tidak bergerak hari ini. Bukan 100, 200 orang. Ini menyangkut hajat hidup ribuan rakyat di negeri penghasil minyak,” tegas Afni, Rabu (6/5/2026).
Selama ini, warga pelosok sangat bergantung pada kelompok pelangsir keranjang minyak untuk mendapatkan BBM. Tanpa mereka, distribusi energi ke wilayah 3T: terluar, tertinggal, terpencil, lumpuh total.
Bupati Afni: Pelangsir Itu Penolong, Beri Mereka Ruang
Afni menegaskan kelompok pelangsir bukan penjahat, melainkan penolong dan perpanjangan tangan pemerintah dalam distribusi BBM ke daerah sulit dijangkau.
“Karena itu, mereka perlu diberikan ruang untuk membantu masyarakat,” tegasnya.
Untuk itu, Pemkab Siak resmi mengajukan permohonan relaksasi kepada Pertamina dan BPH Migas agar kelompok pelangsir keranjang minyak tetap bisa memperoleh BBM dari SPBU dengan pengawasan ketat.
“Saya minta relaksasi dan solusi dari Pertamina untuk mengizinkan mereka mendapatkan BBM, untuk disalurkan ke daerah-daerah terpelosok. Dengan catatan, bila terbukti menimbun BBM, silahkan berlakukan aturan hukum,” kata Afni lantang.
DPRD Siak Dukung: Pelangsir Sangat Bantu Warga 3T
Dukungan datang dari Komisi II DPRD Kabupaten Siak. Sujarwo menyebut penyaluran lewat pelangsir keranjang minyak saat ini sangat membantu masyarakat.
“Kami meminta relaksasi penyaluran BBM ke daerah 3T untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Sujarwo singkat.
Pertamina Siap Relaksasi, BPH Migas: Harus Sesuai Aturan
Menanggapi desakan itu, perwakilan Pertamina, Hary Prasetyo, menyatakan kesiapan memberi relaksasi.
“Kami siap memberikan relaksasi, selama tetap berjalan sesuai aturan yang ada,” ungkapnya.
Sementara perwakilan BPH Migas, Liza, mengingatkan secara regulasi distribusi BBM seharusnya lewat sub penyalur resmi. Namun ia memahami urgensi di lapangan.
“Keberadaan pelangsir perlu disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku,” kata Liza.
Afni: Kami Perjuangkan Rakyat, Segera ke BPH Migas
Bupati Afni menegaskan kehadiran Pertamina dan BPH Migas di rapat itu adalah ikhtiar Pemkab Siak mencari solusi terbaik.
“Kami memperjuangkan masyarakat yang kesulitan mendapatkan BBM, dan kami siap berkoordinasi demi kebutuhan rakyat,” tegasnya.
Tak berhenti di rapat, Afni menyatakan dalam waktu dekat akan langsung menyambangi BPH Migas di Jakarta untuk memperjuangkan relaksasi distribusi bagi pelangsir minyak keranjang.
Ia berharap ada solusi konkret dan kebijakan tepat guna agar kelangkaan BBM teratasi.
“Distribusi energi di Kabupaten Siak harus berjalan lancar dan merata hingga ke pelosok kampung,” tutupnya.









