Aksi Bela Istri Berunjung Tersangka: Jenderal Sigit Tegaskan, Polri Harus Bela Orang Benar

Berita, Hukum, NASIONAL725 Dilihat

Bahana pos – Sebuah Kasus menarik perhatian publik di Sleman, Yogyakarta, di mana seorang suami, Hogi Minaya (43), ditetapkan sebagai tersangka setelah membela istrinya, Arsita (39), dari aksi penjambretan di jalan Solo,Maguwoharjo, Depok, Sleman, terjadi pada Selasa (26/1/2026).

 

Hogi, yang mengendarai mobil, melihat istrinya menjadi korban penjambretan dan spontan mengejar pelaku. Dalam pengejaran itu, sepeda motor pelaku menabrak tembok, menyebabkan kedua penjambretan meninggal dunia.Hogi kemudian di tetap kan sebagai tersangka dengan tuduhan kelalaian yang menyebabkan kematian orang lain.

Kasus ini memicu perdebatan luas, dengan banyak pihak menilai tindakan Hogi sebagai bentuk pembelaan diri. Namun, aparat penegak hukum melihat adanya unsur pidana yang perlu di pertanggung jawabkan.

Komisi III DPR juga turun tangan, memanggil Kapolres Sleman, Kajati Sleman, dan Hogi beserta kuasa hukumnya untuk mencari solusi adil.

Kami akan memanggil mereka untuk mencari solusi dalam kasus ini “, kata Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman.

Hal ini juga, Jenderal Polisi Listyo Sigit Purnomo, Kapolri, meminta penyidik untuk menggunakan hati nurani dalam menangani kasus Hogi Minaya suami yang menjadi tersangka dan menekan kan bahwa penyidik tidak hanya melihat hasil akhir, tapi harus melihat akar masalah.

Jika kejadian bermula dari ancaman nyawa terhadap istri Hogi, maka aspek pembelaan diri harus menjadi prioritas utama”, kata Jenderal Sigit.

Kapolri juga meminta jajaran Polda DIY untuk meninjau kembali penggunaan gelang GPS dan status tersangka Hogi.

Jangan sampai rakyat takut melawan kejahatan karena takut dipidana oleh hukumnya sendiri “, tegas nya.

Saat ini, jajaran terkait diperintahkan untuk melakukan gelar perkara ulang secara lebih komprehensif agar keadilan yang dirasakan masyarakat bisa benar – benar terwujud.

Polri harus hadir untuk membela orang benar. Jika seorang suami bertindak demi menyelamatkan nyawa kelurga nya dari pisau cutter penjahat, maka nurani hukum harus di kedepankan”, kata Jenderal Sigit