Bantuan Alat Kesehatan Rp483 Juta untuk Karhutla Rohil, Wabup Jhony Charles Minta Distribusi Cepat

Bahanapos ( Rohil )  – Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles, BBA., MBA. melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rokan Hilir, untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).Kamis (2/4/2026).

Kegiatan ini dilakukan Wabup usai menjemput bantuan alat kesehatan dari pemerintah pusat ke Kementerian.

Dalam sidak tersebut, Jhony Charles menyoroti pentingnya percepatan distribusi alat kesehatan yang telah diserahkan kepada Pemkab Rohil. Berdasarkan dokumen berita acara serah terima operasional barang milik negara tertanggal 22 Desember 2025, terdapat sejumlah peralatan krusial yang harus segera sampai ke puskesmas.

Adapun barang yang diterima antara lain:
60 unit Oxygen Concentrator (OC Jay 10W, kapasitas 10 LPM) dengan total nilai  Rp461.621.400
1.080 pcs gown atau alat pelindung diri dengan total nilai  Rp22.086.000
Dengan total keseluruhan mencapai Rp483.707.400.

 

Wabup menegaskan keberadaan alat-alat tersebut sangat vital, terutama saat kabut asap akibat karhutla melanda Rohil. Menurutnya, puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan harus segera dilengkapi agar dapat memberikan penanganan maksimal kepada masyarakat.

“Rokan Hilir ini daerah yang rawan karhutla. Saat asap tebal, masyarakat sangat membutuhkan bantuan oksigen dan perlindungan tenaga medis. Jadi alat seperti ini tidak boleh lama tersimpan, harus segera dibagikan ke seluruh puskesmas,” tegasnya.

Ia juga meminta Dinkes untuk tidak menunda proses distribusi dan segera memetakan kebutuhan di setiap puskesmas, terutama di wilayah yang paling terdampak karhutla.

 

Selain itu, Jhony Charles mengingatkan agar pengelolaan barang milik negara dilakukan secara transparan dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Sidak ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana kabut asap sekaligus memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal di tengah kondisi darurat,” ujarnya.