Bukan Sekadar Organisasi, Nurhayati Dorong KOPRI PMII Inhil Jadi Kekuatan Gerakan Perempuan

Uncategorized58 Dilihat

TEMBILAHAN, BAHANAPOS –  Konferensi Cabang (Konfercab) IV Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Indragiri Hilir (Inhil) menjadi momentum penting untuk menentukan arah gerakan mahasiswa, khususnya gerakan perempuan di Kabupaten Indragiri Hilir.

Salah satu figur yang mencuri perhatian adalah Nurhayati, calon Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) PC PMII Indragiri Hilir masa khidmat 2026-2027. Ia hadir dengan gagasan besar yang menegaskan bahwa KOPRI tidak boleh hanya menjadi pelengkap struktur organisasi.

Nurhayati membawa visi untuk menjadikan KOPRI sebagai rumah gerakan perempuan yang kritis, mandiri, progresif, dan berdaya. Gagasan tersebut menegaskan bahwa KOPRI harus mampu melahirkan kader-kader perempuan berkualitas, menggerakkan pemberdayaan, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar hadir sebagai nama dalam organisasi.

Dalam visi-misinya, Nurhayati mendorong KOPRI PMII Inhil untuk fokus pada lima pilar utama, yakni kaderisasi, pemberdayaan, penguatan gerakan, kolaborasi, dan advokasi.

Melalui lima fokus tersebut, KOPRI didorong menjadi ruang aman dan produktif bagi perempuan untuk mengembangkan potensi, memperkuat solidaritas, serta berani mengambil peran strategis dalam berbagai persoalan sosial, baik di kampus, di organisasi, maupun di tengah masyarakat.

Bagi Nurhayati, perempuan tidak cukup hanya diberi ruang untuk bersuara, tetapi juga harus memiliki ilmu, kemandirian, dan keberanian untuk menentukan arah perubahan. Karena itu, penguatan kader dan keberanian untuk bergerak menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang progresif dan tidak tertinggal zaman.

Semangat besar tersebut ia rangkum dalam sebuah tagline yang kuat dan mudah diingat: “Berilmu, Berdaya, Bergerak.”

Tagline tersebut memiliki makna filosofis yang mendalam. Berilmu berarti setiap gagasan dan gerakan harus berlandaskan ilmu pengetahuan. Berdaya berarti setiap proses pemberdayaan harus melahirkan kemandirian, bukan ketergantungan. Dan Bergerak berarti setiap perjuangan harus diwujudkan melalui langkah nyata, bukan hanya berhenti pada wacana.

 “KOPRI tidak cukup hanya hadir sebagai nama dalam organisasi. KOPRI harus tumbuh sebagai kekuatan gerakan perempuan yang mampu melahirkan perubahan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Nurhayati, Calon Ketua KOPRI PC PMII Indragiri Hilir masa khidmat 2026-2027, Rabu (14/10/2026).

“Perempuan tidak cukup hanya diberi ruang untuk bersuara. Perempuan harus memiliki ilmu, kemandirian, dan keberanian untuk menentukan arah perubahan. Itulah mengapa tagline kami adalah Berilmu, Berdaya, Bergerak. Gagasan harus berlandaskan ilmu, pemberdayaan harus melahirkan kemandirian, dan perjuangan harus diwujudkan dengan aksi nyata,” ungkap Nurhayati dengan penuh semangat.

Menurutnya, tantangan perempuan hari ini semakin kompleks. Mulai dari isu kekerasan terhadap perempuan, kesenjangan pendidikan, minimnya representasi perempuan di ruang pengambilan keputusan, hingga persoalan ekonomi. Oleh karena itu, KOPRI harus hadir sebagai garda terdepan yang melakukan advokasi dan edukasi.

Nurhayati berharap, jika diberi amanah untuk memimpin KOPRI PC PMII Inhil ke depan, ia akan menjadikan KOPRI sebagai rumah yang nyaman untuk belajar, bertumbuh, dan berjuang bersama. KOPRI akan dibuka untuk kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai elemen, baik organisasi perempuan, pemerintah daerah, maupun masyarakat sipil.

Konfercab IV PC PMII Inhil sendiri diharapkan mampu melahirkan kepengurusan baru yang lebih progresif, responsif terhadap isu-isu keumatan dan kebangsaan, serta mampu membawa PMII dan KOPRI Inhil menjadi organisasi yang semakin diperhitungkan di Bumi Hamparan Kelapa Dunia.

(Wijaksono,SH)