Calon Ketua PMII Rohil Minta Transparansi soal Pengunduran Acara Konfercab 27 Oktober 2025

Bahana pos ( Rohil ) – Calon Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rokan Hilir, Arfi Saputra, secara terbuka meminta transparansi terkait pengunduran jadwal Konferensi Cabang (Konfercab) yang seharusnya digelar pada 27 Oktober 2025. Pengunduran acara secara tiba-tiba oleh ketua cabang saat ini, tanpa alasan yang jelas, menuai pertanyaan dari sejumlah pihak, termasuk Arfi Saputra.

Dalam keterangannya kepada media, Arfi Saputra mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakjelasan alasan di balik pengunduran Konfercab tersebut.

Sebagai calon ketua dan bagian dari kader PMII, kami berhak mendapatkan informasi yang transparan. Pengunduran acara sepenting ini tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan hanya akan menimbulkan spekulasi dan ketidakpercayaan,” ujar Arfi. 

Menurut Arfi, pengunduran Konfercab ini berdampak pada proses regenerasi kepemimpinan di PMII Rohil.

Konfercab adalah ajang demokrasi tertinggi di tingkat cabang untuk memilih pemimpin baru. Jika proses ini ditunda tanpa kejelasan, maka eksistensi gerakan PMII di Rohil bisa terhambat,” tambahnya. 

Arfi mendesak ketua cabang yang saat ini menjabat untuk segera memberikan penjelasan resmi kepada seluruh kader dan calon kandidat terkait alasan pengunduran Konfercab. Ia menegaskan bahwa PMII menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah dan keterbukaan, sehingga keputusan sepihak tanpa alasan yang kuat tidak dapat diterima.

Berdasarkan informasi yang beredar, Konfercab ke-VI PC PMII Rokan Hilir seharusnya segera digelar setelah Badai Pekerja Konfercab (BPK) merilis persyaratan dan linimasa pelaksanaannya pada September 2025. Namun, keputusan mendadak dari ketua cabang untuk membatalkan agenda tersebut menjadi pemicu protes dari Arfi Saputra dan beberapa kader lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari ketua cabang PMII Rohil terkait tuntutan transparansi yang disampaikan oleh Arfi Saputra. Media akan terus memantau perkembangan terkait isu ini untuk memberikan informasi yang berimbang.