Dari ITB Master Untuk Riau :Presma Zermah Randyka Komitmen Lawan Karhutla di Kemah Kebangsaan

Bahanapos ( Kampar ) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Teknologi dan Bisnis Master menunjukkan komitmen nyata dalam isu kebangsaan dan lingkungan dengan berpartisipasi aktif di “Kemah Kebangsaan Mahasiswa Riau 2026”. Kegiatan akbar mahasiswa se-Riau itu digelar di Kampar Kiri, Provinsi Riau, selama dua hari pada 25–26 April 2026.

Mengusung tema besar “Green Policing, Green Generation dan Cegah Karhutla” Kemah Kebangsaan Mahasiswa Riau 2026 menjadi ruang konsolidasi gerakan mahasiswa untuk isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi ancaman tahunan di Bumi Lancang Kuning. Forum ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai pembicara, termasuk pengamat politik Rocky Gerung dan akademisi Hurriyah.

Delegasi BEM Institut Teknologi dan Bisnis Master dipimpin langsung oleh Presiden Mahasiswa Zermah Randyka. Ia hadir bersama Melva Suci Ramadani, delegasi dari Kementerian BEM ITB Master. Kehadiran keduanya menegaskan posisi ITB Master sebagai kampus yang mendorong mahasiswanya aktif dalam isu kebangsaan dan kelestarian lingkungan.

“Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Kami berharap melalui kegiatan ini mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang aktif dalam menjaga kelestarian alam dan mencegah terjadinya karhutla di Riau,” tegas Zermah Randyka, Presiden Mahasiswa BEM ITB Master, saat ditemui di lokasi kemah, (Sabtu 26/4/2026).

 

Kemah Kebangsaan Mahasiswa Riau 2026 tidak hanya menjadi ajang seremoni. Selama dua hari, ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Riau terlibat dalam diskusi panel, focus group discussion, dan deklarasi komitmen bersama. Isu utama yang dibahas adalah strategi “Green Policing” atau pendekatan kepolisian berbasis pelestarian lingkungan, serta penguatan peran “Green Generation” untuk mitigasi karhutla dari hulu.

Zermah Randyka menilai partisipasi mahasiswa dalam forum kebangsaan seperti ini adalah langkah penting.

Ini untuk membangun kesadaran kolektif generasi muda terhadap isu lingkungan dan sosial yang tengah dihadapi masyarakat. Karhutla bukan cuma urusan pemerintah. Ini urusan kita semua sebagai anak bangsa,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Zermah Randyka menyampaikan apresiasi tinggi kepada Tumbuh Institute dan Polda Riau selaku inisiator dan pendukung utama Kemah Kebangsaan Mahasiswa Riau 2026.

Kami berterima kasih kepada Tumbuh Institute serta Polda Riau yang telah menginisiasi dan mendukung kegiatan ini. Ini langkah positif dalam membangun sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan institusi. Kolaborasi tiga pilar ini kunci menjaga lingkungan serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” kata Zermah.

Kolaborasi tersebut dinilai strategis karena Polda Riau kini mengusung konsep “Green Policing” dalam penanganan karhutla. Konsep ini tidak hanya menindak pelaku pembakaran, tetapi juga fokus pada edukasi, pencegahan, dan restorasi lingkungan bersama masyarakat dan mahasiswa.

Keikutsertaan BEM ITB Master di Kemah Kebangsaan Mahasiswa Riau 2026 sejalan dengan visi kampus untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul di bidang teknologi dan bisnis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan jiwa nasionalisme yang kuat.

Dengan keikutsertaan BEM Institut Teknologi dan Bisnis Master, kami berharap semangat kolaborasi, kepedulian lingkungan, dan nilai-nilai nasionalisme dapat terus tumbuh di kalangan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa,”tutup Zermah Randyka.