TANJUNG BUTON, BAHANAPOS – Kabar gembira di HUT ke-27 Kabupaten Siak. PT Oriental Resources Indonesia (PT ORI) resmi memulai realisasi investasi jumbo senilai Rp1,6 Triliun di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
Investasi ini menjadi investasi berbasis industri kedua yang diresmikan di masa pemerintahan Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli dan Wakil Bupati Syamsurizal.
Realisasi investasi ditandai dengan dimulainya pembangunan fasilitas industri PT ORI di KITB. Tahap pertama senilai Rp800 miliar dan tahap pengembangan lanjutan Rp800 miliar.
Fasilitas utama yang akan dibangun meliputi storage tank, refinery plant kapasitas 1100 TPD, biofuel Enzimatic 1000 TPD, PKS kapasitas 45 ton/jam, dan Jetty/Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS). Ditambah WTP, biogas, WWTP, workshop, gudang dan fasilitas pendukung lainnya.
“PT ORI adalah investasi berbasis industri kedua yang kita resmikan di KITB di masa pemerintahan kami. Sebelumnya ada industri galangan kapal. Menjadi kado HUT Siak ke-27 tahun, dan penanda bahwa BUMD KITB Siak sedang menjadi sentral ekonomi baru di Sumatera. Mohon kita jaga dan dukung bersama,” kata Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli,M.Si saat peresmian, Kamis (8/10/2026).
Bupati perempuan pertama di Negeri Istana itu menegaskan tidak mau peresmian hanya seremonial gunting pita.
“Saya tidak mau peresmian hanya gunting pita, tapi investasinya harus benar-benar ada dan nyata. PT ORI juga menjadi investasi pertama berbasis hilirisasi kelapa sawit, termasuk B50. Jadi nanti pengolahan CPO dan ekspor CPO, bisa selesai dari KITB Siak. Ini menjadi sejarah baru bagi Siak dan insyaAllah akan banyak lagi investasi yang masuk ke KITB setelah ini. Pelabuhan yang ambruk juga insyaAllah akan kita bangun kembali,” ungkap Afni.
Afni juga mewajibkan tenaga kerja dari putra-putri Siak.
“Tenaga kerja wajib hukumnya putra putri Siak. Kalaupun ada tim teknis dari luar, harus ada transfer knowledge, sehingga rakyat Siak tak lagi jadi penonton di negerinya sendiri,” tegas Afni.
Langkah ini menjadi bukti Siak di bawah kepemimpinan Afni-Syamsurizal tidak menyerah pada tekanan fiskal berkurangnya TKD dari pusat, apalagi anjloknya DBH Migas.
“Siak adalah Negeri bertuah. InsyaAllah dengan kolaborasi semua pihak dan kemudahan berinvestasi, akan banyak alternatif ekonomi baru yang kita siapkan bagi rakyat Siak hari ini dan di masa depan,” kata Afni.
Sementara itu GM PT Oriental Resources Indonesia, Sutiman,SP mengatakan investasi ini merupakan komitmen hilirisasi sawit di Riau.
“Investasi ini merupakan komitmen PT ORI untuk berkontribusi terhadap pengembangan hilirisasi industri di Provinsi Riau, khususnya melalui pembangunan fasilitas pengolahan di KITB Kabupaten Siak,” ujarnya.
Selain Rp800 miliar tahap pertama, PT ORI menyiapkan pengembangan pabrik Minyak Turunan produk makanan seperti Margarine dan special fats. Total Rp1,6 Triliun secara bertahap dan berkelanjutan.














