ROKAN HILIR, BAHANAPOS – Sungguh miris. Di saat rakyat Rokan Hilir disuruh ikat pinggang, karena kebijakan efisiensi, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Rokan Hilir, justru ketahuan mengunci anggaran internal bernilai miliaran rupiah.
Lebih perih lagi, tenaga kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rohil sudah 2 bulan tidak menerima gaji. Setiap hari mereka tetap menyapu jalan, mengangkut sampah, demi kebersihan kota. Tapi nasib perut keluarga mereka siapa yang peduli?
Kemarahan itu datang dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Rokan Hilir. Mereka menuding BPKAD berlindung di balik tameng “efisiensi” demi mengamankan anggaran gemuknya sendiri.
“Jangan rakyat dan program publik yang dipaksa melarat dengan alasan penghematan, sementara anggaran internal birokrasi yang tidak masuk akal tetap melenggang tanpa koreksi,” ujar *Nasri Hamdani, Ketua PMII Rohil kepada BAHANAPOS, Kamis (03/09/2026).
Menurut Nasri, kondisi ini sudah bukan efisiensi lagi.
“Ini namanya kezaliman sistematis,” tegasnya.
Berdasarkan RUP BPKAD Rohil TA 2026 yang beredar, publik kaget bukan main. Ini dia pos-pos yang bikin darah naik:
Belanja Tidak Terduga (BTT): Rp10,42 Miliar
Sewa Bangunan Gudang: Rp450 Juta
Jasa Iklan, Reklame, Film dan Pemotretan: Rp850,5 Juta
Pemeliharaan 1 Kendaraan Dinas: Rp200 Juta
“Rp10,4 Miliar untuk BTT? Bencana apa yang mau terjadi sampai segitu? Sementara di luar sana ada petugas kebersihan yang anak istrinya menunggu gaji 2 bulan. Ini melukai rasa keadilan” tegas Nasri dengan nada geram.
Nasri Hamdani menegaskan, PMII Rohil tidak akan tinggal diam. Sebagai pemegang mandat kontrol sosial, mereka siap “membongkar kedok” penguasa.
“Pemerintah wajib hukumnya transparan. Buka ke publik dasar perhitungan BTT Rp10,4 Miliar itu. Jelaskan kenapa harus sewa gudang Rp450 Juta. Dan yang paling penting: Bayar segera hak tenaga kebersihan DLH, ” desak Nasri.
Ia juga memberi ultimatum keras.
“Kalau tidak ada tindakan nyata dalam waktu dekat, PMII Rohil siap turun ke jalan. Cukup sudah rakyat dikorbankan,” pungkasnya.















