Rahmatul Fajriani : Peran dan Proses Akuntansi Syariah Pada Bank Syariah

Berita, Jawa Barat980 Dilihat

Bahana pos  (Jawa barat) – Perkembangan perbankan syariah di Indonesia telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam dekade terakhir. Sebagai bagian integral dari sistem keuangan nasional, bank syariah memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari perbankan konvensional, terutama dalam aspek akuntansi dan pelaporan keuangan. Akuntansi syariah menjadi tulang punggung operasional bank syariah, memastikan setiap transaksi sesuai dengan prinsip-prinsip islam sambil memenuhi standar transparansi dan akuntabilitas modern.

Menurut Rahmatul Fajriani, mahasiswi Universitas Tazkia Bogor, “Akuntansi syariah bukan sekadar adaptasi dari akuntansi konvensional, melainkan sistem yang dibangun atas dasar maqashid syariah (tujuan-tujuan hukum islam) seperti keadilan, transparansi, dan keseimbangan.”katanya.

 

Akuntansi syariah memiliki beberapa peran penting, yaitu:

– Menjamin kepatuhan syariah (Shariah Compliance) dalam setiap transaksi
– Meningkatkan kepercayaan publik melalui transparansi dan akuntabilitas
– Pengambilan keputusan berbasis syariah, dengan mempertimbangkan nilai-nilai moral dan sosial

Rahmatul Fajriani menambahkan, “Laporan keuangan pada bank syariah tidak hanya mengevaluasi aspek finansial, tetapi juga harus menunjukkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah, seperti larangan riba (bunga), gharar (ketidakpastian), dan maysir (spekulasi).”papar Fajriani 

Akuntansi syariah pada bank syariah mengikuti proses yang sistematis, dengan mengacu pada standar khusus seperti PSAK Syariah yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), serta mengadopsi prinsip-prinsip dari AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions). Proses ini meliputi beberapa tahap utama:

1. Identifikasi transaksi syariah berdasarkan jenis akadnya
2. Pengukuran dan pencatatan nilai transaksi berdasarkan prinsip keadilan
3. Penyajian dan pengungkapan laporan keuangan yang jujur dan lengkap
4. Pengawasan oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk memastikan kepatuhan syariah

Penerapan akuntansi syariah masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan SDM akuntansi syariah yang kompeten, integrasi teknologi informasi yang sesuai prinsip syariah, serta kurangnya literasi publik. Namun, hal ini sekaligus menjadi peluang besar bagi pengembangan kurikulum pendidikan, riset akademik, dan sertifikasi profesi di bidang keuangan syariah.

Rahmatul Fajriani menyimpulkan, “Akuntansi syariah adalah tulang punggung integritas operasional bank syariah.

Ia bukan sekadar alat pencatatan, melainkan representasi dari nilai-nilai islam dalam dunia modern.

Ke depan, penguatan sistem akuntansi syariah tidak hanya akan meningkatkan kinerja bank syariah, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem ekonomi islam yang adil, beretika, dan berkelanjutan.”ujarnya.