ROKAN HILIR, BAHANAPOS – Setelah resmi ditetapkan sebagai calon Penghulu Kepenghuluan Raja Bejamu, Riki Dermawan menyampaikan sejumlah harapan untuk kampung halaman tempat ia lahir, tumbuh dan dibesarkan.
Bagi Riki, pencalonan ini bukan semata-mata tentang memenangkan kontestasi. Keinginannya maju sebagai calon penghulu berangkat dari cita-cita sederhana untuk membangun Kepenghuluan Raja Bejamu menjadi lebih baik.
“Cita-cita saya sederhana, bagaimana Raja Bejamu ke depan bisa menjadi lebih baik. Ini kampung halaman saya, tempat saya lahir dan tumbuh. Di sinilah rumah orang tua saya, tanah atuk dan nenek saya,” kata Riki kepada BAHANAPOS, Rabu (10/9/2026).
Menurut dia, pembangunan kampung tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Pemerintah kepenghuluan harus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan terlibat dalam proses pembangunan.
Ia ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima hasil pembangunan, tetapi juga ikut menentukan arah pembangunan sesuai kebutuhan di lingkungan masing-masing.
“Kalau saya diberi amanah, saya ingin masyarakat didengar dan dilibatkan. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat harus menjadi perhatian dalam menentukan program pembangunan,” ujarnya.
Riki juga menyinggung kondisi anggaran yang menjadi tantangan dalam menjalankan pemerintahan kepenghuluan.
Menurut dia, keterbatasan anggaran tidak seharusnya membuat seorang penghulu hanya berdiam diri. Dengan anggaran yang tersedia, pemerintah kepenghuluan harus mampu mengatur prioritas dan mencari peluang dukungan dari pemerintah daerah maupun pihak lainnya.
“Kalau ADD kecil, bukan berarti Datuk Penghulu harus pasrah. Harus jemput bola ke kabupaten. Kita harus berusaha mencari peluang dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan relasi yang dimiliki harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan kampung, bukan untuk kepentingan pribadi.
Riki juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan pembangunan yang sudah dilakukan pemerintahan sebelumnya.
“Kalau penghulu sebelumnya sudah bagus, tentu kita harus berusaha menjadi lebih baik. Kalau masyarakat memberikan nilai delapan, tentu kita berusaha mendapatkan nilai yang lebih tinggi. Tapi semuanya kembali kepada kemampuan dan kerja bersama,” ujarnya.
Riki berharap proses pemilihan Penghulu Raja Bejamu dapat berlangsung secara sehat dan menjadi bagian dari proses demokrasi di tingkat kampung.
“Berbeda pilihan itu biasa. Yang penting kita tetap menjaga hubungan baik dan bersama-sama membangun Raja Bejamu,” katanya.
Ia mengajak masyarakat menjadikan pemilihan penghulu sebagai momentum memilih pemimpin yang mampu bekerja dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Bagi saya, jabatan penghulu bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Pada akhirnya bukan soal siapa yang menang atau kalah. Yang paling penting adalah bagaimana Raja Bejamu ke depan bisa lebih baik,” tuturnya.















