SIAK, BAHANAPOS – Dalam upaya menumbuhkan budaya literasi dan memperkuat tradisi intelektual di kalangan generasi muda, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Siak menggelar kegiatan Bedah Buku dan Diskusi bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI Susha Siak.
Kegiatan yang dikemas santai namun sarat makna ini dilaksanakan setiap hari Minggu pukul 16.00 WIB di Lapangan depan Istana Siak, Agenda rutin ini diharapkan menjadi wadah belajar bersama secara berkelanjutan.
Ruang Bertemu Mahasiswa, Kader dan Masyarakat
Bedah buku ini menjadi ruang terbuka bagi mahasiswa, kader HMI, dan masyarakat umum untuk bertukar gagasan. Peserta mengkaji isi buku secara kritis, sekaligus mendiskusikan berbagai persoalan sosial, pendidikan, dan kebangsaan yang sedang berkembang di tengah masyarakat.
Tidak hanya membahas buku, forum ini juga menjadi tempat melatih keberanian berbicara di depan publik dan membangun nalar kritis anak muda Siak.
Bentuk Karakter Mahasiswa Haus Ilmu
Kader HMI Cabang Siak, Nurhalim, menegaskan komitmennya dalam membangun tradisi membaca, berpikir kritis, dan berdialog secara ilmiah melalui agenda ini.
“Bedah buku bukan sekadar membahas isi bacaan, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter mahasiswa yang haus akan ilmu pengetahuan, terbuka terhadap perbedaan pandangan, serta mampu melahirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat “, tegas Nurhalim.
Menurutnya, literasi adalah fondasi utama untuk melahirkan kader yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap kondisi sosial.
Sinergi HMI Siak dan Mahasiswa KKN STAI Susha
Sinergi bersama mahasiswa KKN STAI Susha diharapkan dapat memperluas semangat literasi hingga ke tengah masyarakat. Dengan kolaborasi ini, HMI Siak dan mahasiswa KKN ingin menghadirkan ruang belajar yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
Sehingga budaya membaca dan berdiskusi tidak lagi dianggap kegiatan formal, melainkan bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Siak.
Santika, salah satu mahasiswa KKN STAI Susha Siak, turut mengapresiasi kegiatan ini.
“Dengan adanya kegiatan rutin bedah buku dan berdiskusi secara terbuka di muka publik, kami sangat mendukung. Karena dengan berjalannya agenda rutin ini akan menjadikan mahasiswa Siak memiliki semangat akan budaya membaca buku. Bisa dikatakan mahasiswa Siak hari ini masih minim literasi, maka dengan kehadiran kegiatan ini bisa menjadi faktor pendukung untuk lebih meningkatkan kualitas pengetahuan”, ujarnya.
Literasi Jadi Jalan Pulihkan Semangat Anak Muda
Melalui kegiatan ini, HMI Cabang Siak berharap dapat menumbuhkan kembali semangat membaca di kalangan pelajar dan mahasiswa. Di tengah derasnya arus informasi digital, forum seperti ini dinilai penting agar anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pembaca, pemikir, dan pelaku perubahan.
Kegiatan bedah buku dan diskusi ini terbuka untuk umum. HMI Siak mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa dan pelajar di Kabupaten Siak untuk hadir dan belajar bersama setiap hari Minggu sore.















