Bahanapos ( Bengkalis ) – Detik – detik mencenkam terekam di Desa Api api,Kecamatan Bandar Laksamana yang awalnya mendung berubah ganas. Angin puting beliung disertai hujan deras tiba tiba turun dari arah jalan Lintas Dumai – Pakning,Minggu (7/6/2026).
Dalam hitungan detik, pusaran angin sekuat badai menyapu desa. Warga berhamburan keluar rumah, suara atap berderak, pohon tumbang, dan debu berterbangan. Dalam 5 menit, Desaa Api – api berubah seperti habis digulung tornado.
Kerusakan paling parah terjadi di SMP Negeri 1 Bandar Laksamana. Bangunan sekolah yang biasanya ramai siswa kini tinggal puing. Atap seng terlepas, dinding kelas ambruk, kaca laboratorium pecah, dan rumah dinas kepala sekolah porak poranda.
Tak jauh dari sana, sebuah TK 3 rumah warga juga tak luput dari amukan jebol, perabot rumah hancur.
Kepala sekolah Desa Api api Zulkifli yang Langung turun ke lokasi tak kuasa menyembunyikan rasa prihatinnya.
” Tercatat sedikitnya 20 ruang kelas hancur, tidak terkecuali ruang kantor, laboratorium, hingga rumah dinas kepala sekolah yang ikut porak-poranda. Kondisinya seperti zona bencana “, ungkap Zulkifli dengan suara bergetar.
Meski kerugian material ditaksir miliaran rupiah, Allah masih melindungi warga. Tidak ada korban jiwa maupun luka. Bencana terjadi minggu (7/6/2026). Sekira pukul 08.30 WIB pagi. Saat sekolah libur. Kalau terjadi hari aktif belajar, fataliats tak bisa dihindari karena SMPN 1 biasanya dipadati ratusan siswa.
Amukan puting beliung belum berhenti di bangunan. Infrastruktur vital ikut tumbang.Tiang – tiang beton PLN patah seperti korek api dan roboh melintang di jalan . Yang lebih parah, trafo distribusi utama meledak dengan suara menggelegar.
Sejak kejadian, seluruh Desa Api api tenggelam dalam kegelapan.Aktivitas warga lumpuh, ponsel warga hanya bisa di isi di luar desa.
Gerak cepat dilakukan PT PLN ULP Bengkalis.sejak pagi, tim taktis sudah menyisir titik kerusakan.
Manager PLN ULP Bengkalis Ade Pratama Saputra menjelaskan kondisi lapangan.
” Berdasarkan hasil pemetaan tim teknis, sedikitnya ada tiga tiang listrik yang patah total dan empat tiang lainnya miring dalam posisi membahayakan sehingga harus segera diganti unit baru. Mengingat beratnya Medan, kami sudah memanggil tim bantuan tambahan dari PLN Dumai yang langsung meluncur ke lokasi “, kata Ade Pratama Saputra.
Hingga malam hari, petugas PLN masih berjibaku membenahi jaringan di tengah puing . Sementara itu, pemdes Api api bersama BPBD, TNI ,Polri, dan relawan terus mendata warga terdampak dan menyalurkan bantuan darurat berupa makanan, terpal, dan peralatan sekolah.
Warga kini hanya bisa berharap listrik cepat menyala dan sekolah anak anak mereka segera dibangun kembali









