Diskusi Proker Sambil Bakar Sate, Keakraban Mahasiswa STAI Susha Siak Menguat

Bahanapos ( Siak ) – Rutinitas akademik dan rapat organisasi yang padat membuat mahasiswa Stai Susha Siak butuh jeda. Menjawab kebutuhan itu, Presma Mahasiswa Saiful Anam bersama Wapresma Mahasiswa Nur Ahmad Alimuaji menggelar acara bakar-bakar bersama di lingkungan kampus, Sabtu malam (06/06/2026).

Kegiatan yang terasa sederhana ini justru berhasil memecah sekat formalitas. Pengurus DEMA, HIMA,  hingga mahasiswa umum duduk satu meja, memanggang sate sambil ngobrol lepas. Tawa dan keakraban menggantikan suasana serius yang biasanya mewarnai kampus.

 

Presma Stai Susha Siak Saiful Anam menyebut kegiatan ini bukan sekadar kumpul-kumpul. Tujuannya jelas: mencairkan suasana dan memperkuat komunikasi antar mahasiswa.

Di tengah padatnya agenda akademik dan organisasi, kita perlu satu momen di mana kita bisa duduk bersama tanpa sekat. Kegiatan bakar-bakar ini adalah cara sederhana saya dan Nur Ahmad Alimuaji selaku Wapresma untuk menjaga keharmonisan, memperkuat komunikasi, dan memastikan bahwa solidaritas antar mahasiswa tetap terjaga dengan baik,” ujar Saiful Anam di sela-sela acara.

Baginya, organisasi mahasiswa yang kuat lahir dari hubungan personal yang sehat. Kalau komunikasi antar pengurus dan anggota lancar, maka kerja tim untuk program kerja ke depan akan lebih ringan.

 

Senada dengan Presma, Wapresma Nur Ahmad Alimuaji  ingin DEMA dan HIMA menjadi wadah yang inklusif. Ia berharap acara seperti ini rutin digelar agar tidak ada lagi jarak antara pimpinan dan anggota.

Kami ingin DEMA dan HIMA menjadi rumah bagi semua. Melalui kebersamaan seperti malam ini, kami berharap sekat-sekat antar mahasiswa hilang, sehingga koordinasi dalam menjalankan program kerja ke depannya bisa berjalan lebih efektif dan menyenangkan,” ungkap Nur Ahmad Alimuaji.

Ia juga menilai obrolan santai sambil bakar-bakar justru sering melahirkan ide program kerja segar yang jarang muncul di forum rapat formal.

Acara yang berlangsung hingga larut malam itu tidak hanya soal makan. Setelah perut kenyang, mahasiswa beralih ke sesi diskusi santai. Sambil menikmati hidangan, mereka membahas rencana program kerja DEMA dan HIMA ke depan.

Suasana kekeluargaan membuat diskusi jadi cair tapi tetap produktif. Tidak ada yang merasa paling senior atau paling junior. Semua suara didengar sama rata.

Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap semangat gotong royong dan rasa persaudaraan mahasiswa STAI Susha Siak semakin kuat demi memajukan almamater tercinta,” tutup Saiful Anam.

Apresiasi pun mengalir dari peserta. Banyak mahasiswa yang berharap agenda silaturahmi non-formal seperti ini bisa jadi agenda rutin kampus.

 

News Feed